links


10.16.2008

Kehamilan Trimester 1


Flashback, Juni 2006
Masa-masa Kehamilan Trimester 1

Jadi teringat masa-masa aku hamil dulu (sekarang putraku mau 19 bulan). Waktu pertama tau aku hamil (waktu aku 23 jalan 24 tahun), aku seneng dan juga bingung, karena aku masih “bego” dan gatau apa-apa. Diantara temen-temen aku yg paling duluan hamil. Kalo menikah sih ada yg lebih duluan, Cuma kalo hamil, aku yg paling duluan. Jadi ga ada temen yang buat ditanya-tanya, yaa ada juga nanya orang tua dan dokter. Cuma aku ga puas. Voila, dalam sekejap koleksi buku-bukuku bertambah. Lemari bukuku kepenuhan malah. Karena aku santer beli buku-buku mulai dari kehamilan, melahirkan, menyusui, ngasuh bayi, sampe brosur-brosur dan mini booklet untuk membersihkan perabot bayi juga aku kumpulin.


Belum lagi resep-resep makanan bayi (kalo dia udah mulai makan). Malahan sampe brosur perabot apa aja yang harus dibeli dari salah satu toko produk bayi dan anak aku simpen juga. Kamar kerjaku penuh dan berantakan (maksudnya kamar buat nyimpen2 buku2 dan semua bacaan sih, yang ternyata aku dan suamiku sulap menjadi kamar bayi). Yah tujuannya sih biar ntar2 ga lupa (hehehehe berarti niat punya anak lagi kan?) dan juga buat sharing sama temen2, biar mereka ada temen sharingnya. Ga bego sendiri kyk aku dulu.

Pendarahan
Dulu, waktu pertama mau tau hamil (artinya belum tau, hehe) aku fitness karena ngerasa badan mulai bengkak. Aku emang telat haid, tapi namanya juga penganten baru, jadi masa bodo aja, dikira biasa aja kalo telat. Aku kan biasanya emang telat. Terus aku fitness, dan tiba-tiba aku pusing kayak orang kurang darah. Terus ternyata aku haid juga (pikirku begitu). Tapi aneh, haidnya kok Cuma saat itu aja. Secara kebetulan sepupuku meneleponku dan akhirnya kita jadi ngobrol macem2 dan saat aku cerita hal itu, dia menyarankan aku untuk beli testpack. Dan ternyata benar, setelah kuikuti sarannya, barulah kutau, aku hamil.

Tapi gara-gara fitness itu, aku pendarahan. Ibuku heboh banget, nyuruh aku ke dokter kandungan. Dan ternyata, gara-gara itu aku diharuskan bedrest. Wah, ternyata itu bukan hal remeh ya. Sejak saat itu kondisi kandunganku jadi ringkih. Aku ga boleh cape, ga boleh ini, itu.
Kesibukan dikurangi karena mengalami pendarahan

Jadi temen2, “Jangan remehkan pendarahan pada usia kandungan trimester pertama, ya!”.
Penyebabnya Cuma gara-gara aku fitness. Dan karena harus bedrest (kenyataannya aku ga nurut hehehe, ya ga bedrest banget jadinya, asal aku ga cape aja lah), terpaksa aku lepas kesempatanku untuk training di PT.INTI (program pemerintah itu loh, retooling gitu deh). Untung pihak PT.INTI berbaik hati dan mengerti kondisiku, jadi saat aku mengundurkan diri, ga ada masalah. Dan atasanku juga ngerti, akhirnya aku hanya bekerja 2 hari dalam seminggu (asiiikk….males-malesaaaan, eits ga ada kata males. Buku-buku yang numpuk itu harus dibaca kan?!). Untungnya ya, aku bukan fulltime kerjanya. Ngajar kan gimana jadwalnya aja.

Makanan saat trimester pertama
Trimester 1 merupakan saat terjadinya pembetukan organ-organ vital. Tentunya makanan si ibu sangat berperan kan. Nah setelah baca sana-sini, nanya sana-sini, disuruh ibuku, makanan dan minuman yang harus aku makan saat trimester pertama adalah:

  1. Minum air kacang ijo. Kata ibuku supaya rambut si janin tebal. Caranya, rebus kacang ijo yang udah bersih. Hanya rebus aja loh tanpa apa-apa. Hingga menyerupai air teh. Ambil airnya saja, dan minum. Pencet hidung, heheh yang ini ga usah diikutin, kecuali kalo ga tahan baunya.
  2. Minum susu ibu hamil. Maaf bukan iklan ya, tapi waktu itu aku disuruh dokterku minum prenagen emesis, karena ada anti mualnya juga. (masih penasaran juga kenapa ibu hamil bisa mual-mual? Kasih tau dong!)
  3. Makan pisang. Bukan bermaksud menyaingi homo sapiens lainnya loh hehehe. Pisang mengandung kolin, kolin baik untuk pertumbuhan otak janin
  4. Kacang-kacangan, seperti kacang merah
  5. Sayuran, seperti bayam, wortel dsb
  6. Makanan yang mengandung Kolin, DHA dan Asam Folat.
  7. Intinya sih makan yang bergizi, untuk ibu dan janinnya

Aktivitas Bersama Janin yang Menunjang Kecerdasannya
Aku mulai baca-baca tentang hamil. Janin sebenarnya sudah bisa diajak berkomunikasi. Ini baik untuk janin.
  1. Komunikasi sama janin. Misalnya, mengucapkan assalamualaikum di saat bangun tidur. Dan mengucapkan selamat tidur saat mau tidur.
  2. Sering bercerita pada sang janin, konon dengan begini akan menumbuhkan minat baca pada anak. Juga mempererat kedekatan ibu dan janin.
  3. Untuk ibunya, perhatikan kesehatan mental. Selalu berpikiran positif, banyak doa, kalo kata ibu dan ibu mertuaku, lagi hamil baca surat mariam dan yusuf. Rileks dan jangan stress. Banyak baca yg menunjang untuk segala persiapan kelahiran.
  4. Supaya rileks, aku menghindari tontonan yang bikin stress, tegang dan serem2. Terus pilihlah tontonan yang berkualitas, janin kita ikutan nonton juga loh.
  5. Mulai deh ngerawat badan, katanya kan melar tuh, kulit kita jadi ketarik2 dan pecah, jadi aku mulai oles kulit perut dengan minyak, boleh minyak VCO atau minyak kelapa atau apapun yang licin deh, asal jangan oli aja. :D
Semoga berguna

Rezkizuka mengatakan...

Silahkan berkomentar atau sekedar sharing dan berbagi pengalaman disini

Titin mengatakan...

Assalamualaikum..Selamt untuk orangtua yg sedang menunggu kelahiran buah hatinya.
Anak adalah titipan, untuk itu harus dijaga dan dirawat dengan setulus hati. salah satunya adalah dengan mengadakan Aqiqah bagi putra/i kita yg baru lahir sebagaimana hadits berikut:
“Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)
InsyaAllah kami Rumah Aqiqah telah tersebar di 14 kota di Indonesia dan siap untuk membantu anda. Silahkan berkunjung ke http://www.rumahaqiqah.org. Terima kasih
Wassalamualaikum

 
© free template by Blogspot tutorial